Buku Cetak
Mewujudkan generasi muda dalam membangun peradaban postmodern guna mendukung pertahanan negara
Penelitian ini berjudul “Mewujudkan Generasi Muda dalam Membangun Peradaban Postmodern Guna Mendukung Pertahanan Negara”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana mewujudkan generasi muda dalam menghadapi peradaban postmodern guna mendukung pertahanan negara. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada peran strategis generasi muda sebagai penerus estafet kepemimpinan bangsa yang dihadapkan pada tantangan era postmodern, ditandai oleh perkembangan teknologi informasi, globalisasi, serta pergeseran nilai ideologis yang berpotensi melemahkan kesadaran bela negara. Kondisi tersebut menuntut adanya pembinaan dan penguatan karakter generasi muda agar tetap berlandaskan Pancasila serta memiliki komitmen dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi generasi muda di era postmodern, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta merumuskan upaya strategis dalam mewujudkan generasi muda yang unggul, adaptif, bermoral, dan militan dalam mendukung pertahanan negara.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan dan analisis data sekunder. Teknik analisis data dilakukan dengan menelaah peraturan perundang-undangan, literatur ilmiah, serta data dan fakta terkait kondisi generasi muda dan dinamika lingkungan strategis global, regional, dan nasional. Landasan teori yang digunakan meliputi teori sumber daya manusia (human capital), teori peradaban, teori postmodernisme menurut Jean-François Lyotard, serta teori pertahanan negara. Analisis dilakukan dengan perspektif kepentingan nasional dan sistem pertahanan semesta sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda menghadapi tantangan serius berupa degradasi moral, pengaruh ideologi asing, penyalahgunaan teknologi informasi, serta melemahnya internalisasi nilai Pancasila. Kendala utama meliputi menurunnya keyakinan terhadap Pancasila, belum optimalnya pembudayaan bela negara, dan minimnya muatan bela negara dalam kurikulum pendidikan. Untuk itu diperlukan strategi komprehensif melalui penguatan pendidikan karakter, revitalisasi nilai-nilai kebangsaan, optimalisasi pembinaan bela negara, serta sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Kesimpulannya, mewujudkan generasi muda yang unggul, adaptif, bermoral, dan militan merupakan prasyarat penting dalam membangun peradaban postmodern yang berorientasi pada kepentingan nasional dan mendukung sistem pertahanan negara yang tangguh dan berkelanjutan.
Kata kunci: generasi muda, peradaban postmodern, bela negara, pertahanan negara, Pancasila.
Tidak tersedia versi lain