Buku Cetak
Pemanfaatan bonus demografi dalam meningkatkan kompetensi global
Penelitian ini berjudul “Pemanfaatan Bonus Demografi dalam Meningkatkan Kompetensi Global”. Dilatarbelakangi oleh kondisi Indonesia yang sedang memasuki era bonus demografi dengan dominasi penduduk usia produktif yang besar, namun belum diimbangi oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif secara global. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana memanfaatkan bonus demografi secara optimal untuk meningkatkan kompetensi global bangsa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan pemerintah dalam menghadapi bonus demografi, mengkaji kondisi daya saing SDM Indonesia dalam persaingan global, serta merumuskan kebijakan strategis yang relevan untuk meningkatkan kompetensi global.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan analisis data sekunder yang relevan. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui proses verifikasi, klasifikasi, serta analisis kesenjangan (gap analysis) antara kondisi ideal berdasarkan regulasi dan teori dengan realitas yang ada. Landasan teori yang digunakan meliputi teori kependudukan Thomas Robert Malthus tentang Malthusian Trap dan teori Knowledge Based Economy (ekonomi berbasis pengetahuan) yang menekankan pentingnya inovasi dan penguasaan ilmu pengetahuan dalam meningkatkan daya saing. Penelitian ini juga mengacu pada berbagai regulasi nasional terkait kependudukan, pendidikan, serta riset dan inovasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kebijakan, pemerintah telah memiliki grand design pembangunan kependudukan dan roadmap peningkatan kualitas SDM, namun implementasinya belum sepenuhnya optimal. Daya saing SDM Indonesia masih relatif rendah ditinjau dari aspek pendidikan, inovasi, produktivitas, serta kesiapan menghadapi revolusi industri 4.0 dan dinamika global. Oleh karena itu, diperlukan sinergi kebijakan yang terintegrasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia industri melalui penguatan pendidikan vokasi, peningkatan kualitas riset dan inovasi, serta pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan. Kesimpulannya, bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan apabila dikelola secara strategis dan berkelanjutan untuk menghasilkan SDM unggul yang berdaya saing global.
Kata kunci: bonus demografi, kompetensi global, daya saing, sumber daya manusia, ekonomi berbasis pengetahuan.
Tidak tersedia versi lain