Buku Cetak
Optimalisasi angkutan umum massal dalam rangka peningkatan daya tahan ekonomi
Penelitian ini berjudul “Optimalisasi Angkutan Umum Massal dalam Rangka Peningkatan Daya Tahan Ekonomi”. Latar belakang penelitian ini didasari oleh masih belum optimalnya keseimbangan antara infrastruktur dan moda transportasi, belum terpadunya integrasi dan konektivitas, rendahnya kualitas pelayanan serta kesadaran pengguna, dan belum meratanya tingkat kesejahteraan serta daya beli masyarakat. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana strategi optimalisasi angkutan umum massal dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi, dengan tujuan memberikan rekomendasi kebijakan kepada para pemangku kepentingan guna mendukung stabilitas dan kemandirian ekonomi nasional.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan kepentingan nasional dan analisis multidisiplin. Teknik analisis data dilakukan melalui studi kepustakaan terhadap data primer dan sekunder yang relevan, serta penelaahan terhadap peraturan perundang-undangan dan kebijakan strategis transportasi nasional. Landasan teori yang digunakan meliputi teori perencanaan transportasi dari Juan de Dios Ortuzar dan Luis G. Willumsen tentang Four Step Model, teori sistem transportasi dari Ofyar Z. Tamin, teori sinergi kelompok dari Siti Sulasmi, serta teori penawaran dan permintaan jasa transportasi. Kerangka regulasi yang menjadi pijakan antara lain Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi angkutan umum massal memerlukan empat langkah strategis, yaitu: mewujudkan keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan penyediaan moda transportasi, meningkatkan integrasi dan konektivitas antarmoda, memperbaiki kualitas pelayanan serta ketertiban dan kesadaran pengguna, serta meningkatkan kesejahteraan dan daya beli masyarakat sebagai faktor pendorong permintaan jasa transportasi. Kesimpulannya, angkutan umum massal yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mobilitas, efisiensi biaya logistik, produktivitas ekonomi, dan pada akhirnya memperkuat daya tahan ekonomi nasional.
Kata kunci: angkutan umum massal, integrasi transportasi, ketahanan ekonomi, infrastruktur, Jabodetabek.
Tidak tersedia versi lain