Buku Cetak
Pengarusutamaan ekoteologi dalam kebijakan publik guna mewujudkan ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul “Pengarusutamaan Ekoteologi dalam Kebijakan Publik guna Mewujudkan Ketahanan Nasional”. Dilatarbelakangi oleh semakin kompleksnya kerusakan lingkungan dan belum optimalnya implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya sila pertama, dalam pengelolaan lingkungan hidup dan pembangunan nasional. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana kebijakan publik melalui pengarusutamaan ekoteologi mampu mendorong transformasi sosial yang positif dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis landasan filosofis, teoretis, dan praktis pengarusutamaan ekoteologi serta merumuskan langkah-langkah strategis agar ekoteologi dapat bertransformasi dari kebijakan sektoral keagamaan menjadi strategi kebijakan publik nasional yang terintegrasi, masif, dan berkelanjutan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur (library research) dengan pendekatan interdisipliner yang meliputi pendekatan teologi, sosiologi budaya, dan kebijakan publik. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan perspektif Astagatra serta teknik analisis konseptual, kontekstual, dan normatif. Untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat sekaligus merumuskan strategi penguatan, penelitian menggunakan analisis SWOT dan TOWS. Landasan teori yang digunakan meliputi teori ekoteologi, kebijakan publik, transformasi sosial, dan pembangunan berkelanjutan. Ekoteologi diposisikan sebagai pendekatan yang menjembatani nilai teologis dan kepedulian ekologis, dengan menempatkan pelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab moral dan spiritual manusia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengarusutamaan ekoteologi memiliki relevansi strategis dalam memperkuat ketahanan nasional karena mampu mengintegrasikan nilai spiritual, etika, ekologis, dan kebijakan publik. Pengelolaan lingkungan yang masih cenderung teknokratis, kelemahan tata kelola, kebijakan eksploitatif, rendahnya komitmen politik, serta belum terintegrasinya kebijakan lintas sektor berpotensi memperlemah ketahanan nasional. Analisis SWOT dan TOWS menghasilkan strategi yang berfokus pada penguatan kebijakan publik, pendidikan dan penyadaran ekoteologi, penguatan sosial budaya, serta kolaborasi lintas sektor. Kesimpulannya, pengarusutamaan ekoteologi perlu ditempatkan sebagai bagian integral dari kebijakan publik nasional dan penguatan ketahanan ekologi sebagai salah satu fondasi ketahanan nasional. Integrasi tersebut tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat implementasi nilai Pancasila, pembangunan berkelanjutan, transformasi sosial, dan keberlanjutan ruang hidup bagi generasi mendatang.
Kata kunci: ekoteologi; kebijakan publik; ketahanan nasional; transformasi sosial; pembangunan berkelanjutan; lingkungan hidup.
Tidak tersedia versi lain