Buku Cetak
Akselerasi sistem informasi rehabilitas narkoba (sirena) guna mewujudkan ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul “Akselerasi Sistem Informasi Rehabilitasi Narkoba (SIRENA) Guna Mewujudkan Ketahanan Nasional”. Penyalahgunaan narkotika telah berkembang dari persoalan kriminalitas konvensional menjadi ancaman multidimensional yang berdampak terhadap kesehatan, sosial, ekonomi, kualitas sumber daya manusia, dan ketahanan nasional. Di Indonesia, prevalensi penyalahgunaan narkotika meningkat dari 1,73% pada tahun 2023 menjadi 2,11% atau sekitar 4,15 juta jiwa pada tahun 2025, sementara angka kekambuhan (relapse) masih tinggi. Kondisi tersebut diperburuk oleh fragmentasi data, belum optimalnya integrasi antar-lembaga, serta keterbatasan monitoring dan evaluasi pascarehabilitasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi dan strategi akselerasi SIRENA sebagai sistem informasi rehabilitasi yang terintegrasi, mengoptimalkan kebijakan berbasis data, memperkuat sinergi lintas sektor, serta meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia guna mendukung ketahanan nasional.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Ketahanan Nasional dan pendekatan Sistem. Analisis dilakukan dengan memandang rehabilitasi sebagai suatu kesatuan proses yang meliputi data penyalahguna sebagai input, rehabilitasi medis dan sosial serta SIRENA sebagai proses, dan pemulihan berkelanjutan sebagai output. Analisis SWOT digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi kondisi strategis dan merumuskan langkah akselerasi SIRENA. Landasan teori yang digunakan meliputi Transtheoretical Model/Stages of Change, teori Sistem Informasi, teori Transformasi Digital, konsep Akselerasi Sistem Informasi, dan konsep Ketahanan Nasional. Dalam implementasinya, SIRENA juga diarahkan untuk mendukung pemantauan tahapan perubahan perilaku klien dari precontemplation, contemplation, preparation, action, hingga maintenance.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa akselerasi SIRENA merupakan kebutuhan strategis untuk mengatasi fragmentasi data dan memperkuat tata kelola rehabilitasi narkotika secara terpadu. Strategi akselerasi dilakukan secara bertahap, yaitu jangka pendek melalui penguatan validitas dan kualitas data serta standardisasi operasional; jangka menengah melalui integrasi dan harmonisasi layanan antar-lembaga, termasuk konektivitas dengan SATUSEHAT dan penguatan pascarehabilitasi; serta jangka panjang melalui pemanfaatan Big Data untuk mewujudkan data-driven policy, analisis prediktif, pencegahan berbasis risiko, dan pengembangan kompetensi SDM secara berkelanjutan. Kesimpulannya, akselerasi SIRENA yang terintegrasi secara nasional, didukung SDM yang profesional, regulasi yang kuat, serta monitoring dan evaluasi berbasis data, dapat meningkatkan efektivitas rehabilitasi, mendukung pemulihan berkelanjutan, dan berkontribusi terhadap penguatan ketahanan nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kata kunci: SIRENA; rehabilitasi narkotika; transformasi digital; data-driven policy; ketahanan nasional; relapse; integrasi data.
Tidak tersedia versi lain