Buku Cetak
Penguatan diplomasi pertahanan pada kemitraan strategi Indonesia-Perancis guna kemandirian bangsa
Penelitian ini berjudul “Penguatan Diplomasi Pertahanan pada Kemitraan Strategis Indonesia–Perancis Guna Kemandirian Bangsa”. Latar belakang penelitian didasarkan pada dinamika lingkungan strategis global yang semakin kompleks, meningkatnya kompetisi geopolitik dan teknologi militer, serta masih adanya ketergantungan Indonesia terhadap alutsista dan teknologi pertahanan dari luar negeri. Dalam implementasinya, diplomasi pertahanan Indonesia–Perancis masih menghadapi permasalahan berupa dominasi orientasi pengadaan, belum terintegrasinya diplomasi pertahanan dengan kebijakan industri pertahanan nasional, belum efektifnya koordinasi antar pemangku kepentingan, serta belum optimalnya pemanfaatan kemitraan strategis. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif serta rekomendasi strategis mengenai penguatan diplomasi pertahanan Indonesia–Perancis yang selaras dengan visi kemandirian industri pertahanan nasional guna mendukung kemandirian bangsa.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan, analisis, dan penyajian data berdasarkan studi literatur atau studi kepustakaan terhadap berbagai sumber data sekunder terkait diplomasi pertahanan pada Kemitraan Strategis Indonesia–Perancis. Pendekatan yang digunakan adalah analisis deskriptif melalui beberapa gatra Astagatra, khususnya gatra pertahanan dan keamanan, ekonomi, serta politik, yang dipertajam dengan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Landasan pemikiran penelitian meliputi konsep Diplomasi Pertahanan (Defence Diplomacy), Kemandirian Strategis (Strategic Autonomy), Kebijakan Industrialisasi (Industrial Policy), dan Whole-of-Government, serta didukung oleh landasan peraturan perundang-undangan dan data-fakta terkait. Konsep-konsep tersebut digunakan untuk menganalisis posisi diplomasi pertahanan sebagai instrumen pembangunan kapasitas nasional, pengembangan industri, penguasaan teknologi, dan pencapaian kemandirian strategis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama diplomasi pertahanan Indonesia–Perancis bersifat sistemik, ditandai oleh orientasi pengadaan yang masih dominan, lemahnya integrasi dengan kebijakan industri pertahanan, koordinasi lintas sektor yang belum efektif, serta pola kemitraan yang masih cenderung pengguna–pemasok. Analisis SWOT menempatkan Indonesia pada Kuadran II (Weakness–Opportunity/W–O) dengan koordinat internal +1,06 dan eksternal +1,07, sehingga strategi prioritas yang dipilih adalah Turnaround Strategy, yaitu memperbaiki kelemahan internal dengan memanfaatkan peluang strategis eksternal. Berdasarkan hasil tersebut, arah kebijakan utama adalah penguatan diplomasi pertahanan dalam mendukung kemandirian industri dan teknologi nasional, melalui penguatan kebijakan dan tata kelola berbasis whole-of-government, pengembangan industri dan penguasaan teknologi nasional, serta penguatan kemitraan strategis berbasis kesetaraan. Kesimpulannya, diplomasi pertahanan perlu direposisi dari sekadar instrumen pengadaan alutsista menjadi instrumen strategis industrialisasi, penguasaan teknologi, peningkatan kapasitas nasional, serta penguatan kedaulatan dan kemandirian bangsa secara berkelanjutan.
Kata kunci: diplomasi pertahanan; kemitraan strategis; Indonesia–Perancis; kemandirian strategis; industri pertahanan; transfer teknologi; analisis SWOT.
Tidak tersedia versi lain