Buku Cetak
Penguatan sistem jaminan mutu hulu perikanan berbasis kampung produksi guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional
Penelitian ini berjudul “Penguatan Sistem Jaminan Mutu Hulu Perikanan Berbasis Kampung Produksi Guna Memperkuat Ketahanan Ekonomi Nasional”. Sistem jaminan mutu hasil perikanan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan nasional, khususnya gatra ekonomi, karena berkaitan dengan keamanan pangan, stabilitas produksi, efisiensi rantai pasok, nilai tambah, daya saing ekspor, dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Namun, sistem jaminan mutu hulu perikanan di Indonesia masih menghadapi kesenjangan antara kondisi aktual dan kondisi ideal, antara lain berupa fragmentasi tata kelola hulu–hilir, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia dan infrastruktur, belum optimalnya penerapan sistem berbasis risiko dan digitalisasi, serta belum meratanya kemampuan merespons tuntutan pasar global. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini merumuskan permasalahan mengenai bagaimana penguatan sistem jaminan mutu hulu perikanan berbasis kampung produksi dapat dioptimalkan guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Tujuan penelitian adalah menganalisis kondisi dan permasalahan tersebut serta menghasilkan pemikiran strategis bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan daya saing, nilai tambah, ketertelusuran, dan keberlanjutan sektor perikanan.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi literatur atau kepustakaan dengan memanfaatkan data sekunder. Pendekatan yang digunakan adalah Astagatra yang berorientasi pada kepentingan nasional, dengan analisis Political, Economic, Social, Technological, Legal, and Environmental (PESTLE) untuk mengidentifikasi faktor lingkungan strategis serta Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) untuk menentukan posisi dan strategi penguatan sistem. Landasan teoretis yang digunakan meliputi General Systems Theory Ludwig von Bertalanffy, Total Quality Management (TQM), Teori Entitlement Amartya Sen, dan Teori Ekosistem Bisnis, yang diperkuat dengan konsep ketahanan pangan dan ekonomi biru. General Systems Theory digunakan untuk memandang sistem mutu sebagai kesatuan yang terintegrasi dari produksi hingga pasar, sedangkan TQM menekankan bahwa mutu merupakan hasil dari pengelolaan sistem secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat isu strategis utama, yaitu integrasi tata kelola sistem mutu hulu–hilir berbasis kampung produksi; penguatan kapasitas input sistem mutu; transformasi proses penjaminan mutu berbasis risiko dan digitalisasi; serta penguatan daya respons terhadap pasar global, keberlanjutan, dan kesejahteraan. Hasil analisis SWOT menempatkan sistem jaminan mutu hulu perikanan berbasis kampung produksi pada Kuadran I (Strength–Opportunity/SO), sehingga strategi yang tepat adalah memanfaatkan kekuatan internal untuk menangkap peluang eksternal. Kesimpulannya, kampung produksi perlu diposisikan sebagai simpul utama integrasi sistem mutu nasional melalui penguatan orkestrasi lintas sektor berbasis SPBE, peningkatan kapasitas SDM dan sarana prasarana, penerapan risk-based quality assurance, digitalisasi dan traceability end-to-end, serta penguatan akses pasar dan nilai tambah. Penguatan tersebut perlu dilaksanakan secara terintegrasi, berbasis risiko, lintas sektor, kolaboratif, terukur, dan bertahap dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai technical lead, sehingga sistem jaminan mutu hulu perikanan dapat menjadi instrumen penguatan daya saing dan ketahanan ekonomi nasional.
Kata kunci: sistem jaminan mutu, mutu hulu perikanan, kampung produksi, ketahanan ekonomi nasional, digitalisasi, ketertelusuran.
Tidak tersedia versi lain