Buku Cetak
Aktualisasi technology co-development guna akselerasi hilirisasi dan industrialisasi nasional
Penelitian ini berjudul “Aktualisasi Technology Co-Development Guna Akselerasi Hilirisasi dan Industrialisasi Nasional”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya dominasi ekspor bahan mentah dan lemahnya pemanfaatan hasil riset serta teknologi dalam mendukung program hilirisasi dan industrialisasi komoditas strategis di Indonesia. Masalah utama yang dihadapi adalah kurangnya kolaborasi strategis antara lembaga riset dan sektor industri, keterbatasan SDM berkompetensi tinggi, serta ketimpangan ekosistem inovasi dan infrastruktur produksi. Oleh karena itu, rumusan masalah dalam kajian ini berfokus pada bagaimana aktualisasi skema Technology Co-Development dapat mengakselerasi hilirisasi dan industrialisasi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model kebijakan dan langkah strategis kolaborasi riset berorientasi kebutuhan pasar guna meningkatkan nilai tambah komoditas, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendukung kedaulatan nasional.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif-analitis dengan memanfaatkan analisis Fishbone untuk mengidentifikasi akar permasalahan pemanfaatan riset serta SOAR Analysis untuk merumuskan strategi masa depan. Teknik analisis data dilakukan melalui penelaahan lingkungan strategis (global, regional, dan nasional), evaluasi peraturan perundang-undangan, serta pemetaaan data-data faktual terkait komoditas dan industri. Landasan teori yang menjadi acuan utama mencakup Konsep Triple Helix—yang menekankan sinergi antara pemerintah, industri, dan akademisi/periset, serta Teori Diffusion of Innovation untuk menjelaskan kecepatan dan proses adopsi teknologi oleh industri manufaktur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi Technology Co-Development memerlukan tiga langkah strategis utama, yaitu penyusunan pohon industri berbasis HS Code dan pemetaan paten, pelaksanaan riset bersama (co-development) sejak perencanaan hingga pembagian kekayaan intelektual (IP sharing), serta penguatan kebijakan pendukung seperti insentif fiskal (Super Tax Deduction) dan regulasi daerah. Kesimpulannya, penguatan skema co-development antara BRIN, kementerian/lembaga, dan sektor industri terbukti dapat menjembatani jurang antara laboratorium riset dan kebutuhan manufaktur. Implementasi skema ini secara berkelanjutan mampu mendorong kemandirian alutsista, energi terbarukan, dan ketahanan pangan yang pada akhirnya mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju.
Kata Kunci: Technology Co-Development, Hilirisasi, Industrialisasi, Ekosistem Inovasi, Triple Helix, Ketahanan Ekonomi.
Tidak tersedia versi lain