Buku Cetak
Penguatan tata kelola distribusi pangan guna meningkatkan ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul "Penguatan Tata Kelola Distribusi Pangan Guna Meningkatkan Ketahanan Nasional". Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global dan pertumbuhan penduduk Indonesia yang mencapai 284,4 juta jiwa, tata kelola distribusi pangan palawija, khususnya jagung dan kedelai, menghadapi persoalan struktural berupa ketidakseimbangan antara sentra produksi dan konsumsi, tingginya biaya logistik, ketergantungan impor kedelai yang melebihi 80% kebutuhan nasional, serta lemahnya integrasi rantai pasok antarlembaga. Masalah utama yang dirumuskan adalah bagaimana strategi penguatan tata kelola distribusi pangan agar dapat meningkatkan ketahanan nasional. Penulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran serta kontribusi pemikiran kepada para pemangku kepentingan mengenai pentingnya efisiensi distribusi dan stabilitas pasokan pangan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data sekunder melalui studi kepustakaan serta analisis SWOT dan TOWS. Pendekatan yang digunakan adalah perspektif kepentingan nasional dan kepemimpinan nasional melalui analisis multidisiplin gatra. Landasan teori yang melandasi kajian ini meliputi Teori Pentahelix (kolaborasi pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media), Konsep Ketahanan Pangan FAO, Teori Rantai Pasok Pangan (Food Supply Chain), serta kerangka peraturan perundang-undangan nasional seperti UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa reformasi sistemik dalam tata kelola distribusi pangan palawija sangat mendesak untuk menjaga stabilitas pasokan, menekan inflasi, serta mengurangi kesenjangan antarwilayah demi memperkokoh ketahanan nasional. Langkah strategis yang direkomendasikan mencakup pembentukan National Food Distribution Command Center berbasis big data, pembangunan Food Logistics Corridor antarwilayah, penerapan smart warehouse berbasis koperasi petani, perluasan digital marketplace komoditas pangan, serta program kontrak produksi-distribusi kedelai nasional berbasis kemitraan industri.
Kata kunci: distribusi, palawija, logistik, ketahanan nasional, integrasi.
Tidak tersedia versi lain