Buku Cetak
Akselerasi pengembangan listrik desa berbasis energi terbarukan guna ketahanan energi nasional yang berkeadilan
Penelitian ini berjudul “Akselerasi Pengembangan Listrik Desa Berbasis Energi Terbarukan guna Ketahanan Energi Nasional yang Berkeadilan”. Membahas permasalahan bagaimana menuntaskan elektrifikasi dan meningkatkan pemerataan layanan listrik desa secara cepat, efisien, dan berkeadilan melalui pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), dengan memperbaiki tata kelola, pembiayaan, serta keberlanjutan operasi secara terintegrasi lintas aktor. Permasalahan tersebut dilatarbelakangi oleh masih adanya kesenjangan antara capaian elektrifikasi nasional dengan mutu layanan berbasis PLN, khususnya di wilayah 3T, kepulauan, perbatasan, dan sistem terisolasi, yang diperberat ketergantungan pada PLTD/BBM, keterbatasan jam nyala, tingginya biaya logistik, serta belum optimalnya tata kelola dan pemanfaatan listrik untuk kegiatan produktif. Penelitian ini bertujuan merumuskan kebijakan dan langkah strategis yang operasional dan terukur untuk mempercepat pengembangan listrik desa berbasis EBT sebagai instrumen penguatan ketahanan energi nasional yang berkeadilan.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif melalui studi kepustakaan berbasis data sekunder, meliputi peraturan perundang-undangan, dokumen kebijakan, data kinerja elektrifikasi, dan literatur ilmiah. Analisis dilakukan menggunakan gap analysis, stakeholder analysis, SWOT/TOWS kualitatif, analisis tipologi wilayah, serta LCOE lens untuk menilai pilihan kebijakan berdasarkan efisiensi biaya, keandalan, dan keberlanjutan. Landasan pemikiran penelitian menggunakan perspektif kepentingan nasional, Ketahanan Nasional, Wawasan Nusantara, dan Sistem Manajemen Nasional, yang dipadukan dengan konsep transition management, technological innovation systems, least-cost electrification, energy justice, energy trilemma, dan productive use of electricity.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persoalan listrik desa telah bergeser dari sekadar perluasan akses menuju pemerataan mutu layanan, keandalan, keberlanjutan, dan resiliensi energi wilayah. Akselerasi listrik desa berbasis EBT dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan PLTD/BBM, memperkuat pemanfaatan sumber energi domestik, meningkatkan kualitas layanan hingga menuju 24 jam, serta mendukung produktivitas dan kesejahteraan masyarakat desa. Kesimpulannya, strategi yang paling feasible adalah membangun Satu Data Lisdes berbasis geospasial, penetapan prioritas dan tipologi wilayah berbasis least-cost, standardisasi layanan minimum, integrasi dengan program dedieselisasi, pembiayaan berbasis siklus hidup, penguatan operasi dan pemeliharaan (O&M), orkestrasi lintas aktor, serta pengembangan productive use of energy. Strategi tersebut menempatkan listrik desa berbasis EBT bukan hanya sebagai program elektrifikasi, tetapi sebagai instrumen kemandirian energi, pemerataan pembangunan, dan penguatan ketahanan energi nasional yang berkeadilan.
Kata kunci: listrik desa; energi terbarukan; ketahanan energi nasional; keadilan energi; dedieselisasi; wilayah 3T; productive use of energy.
Tidak tersedia versi lain