Buku Cetak
Penguatan tata kelola sumber kekayaan alam guna terwujudnya ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul “Penguatan Tata Kelola Sumber Kekayaan Alam Guna Terwujudnya Ketahanan Nasional”. Penelitian ini merupakan kajian yang dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan sumber kekayaan alam, khususnya komoditas timah, secara berdaulat, akuntabel, transparan, dan berkelanjutan sesuai kepentingan nasional. Studi kasus tata kelola PT Timah Tbk. menunjukkan adanya kesenjangan antara ketentuan regulasi dan praktik pengelolaan timah yang tercermin dalam anomali biaya penglogaman, lemahnya keterlacakan material, persoalan kemitraan, fragmentasi kewenangan, praktik pertambangan ilegal, serta kerusakan lingkungan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi dan ekologis, melemahkan kewibawaan negara, serta berdampak terhadap ketahanan nasional. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana penguatan tata kelola sumber kekayaan alam komoditas timah guna terwujudnya ketahanan nasional. Tujuan penelitian adalah mengkaji dinamika, tantangan, dan peluang penguatan tata kelola timah serta memberikan sumbangan pemikiran berupa langkah strategis yang dapat mendukung kepentingan nasional dan ketahanan nasional.
Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan studi kasus tata kelola timah PT Timah Tbk. di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Data diperoleh melalui triangulasi yang bersumber dari Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI, data resmi kementerian/lembaga, bahan paparan ahli, akademisi dan praktisi, serta fakta lapangan. Analisis dilakukan dengan pendekatan kepentingan nasional dan perspektif ketahanan nasional melalui kerangka Astagatra, serta menggunakan PESTLE, SWOT, dan Matriks TOWS untuk memetakan kondisi strategis dan merumuskan strategi operasional. Landasan pemikiran meliputi konsep ketahanan nasional, good governance dan resource governance, teori state capture, collaborative governance, manajemen 4M, teori perubahan, desentralisasi, dan VRIO, dengan dukungan kerangka peraturan perundang-undangan terkait pengelolaan pertambangan, BUMN, lingkungan hidup, pemerintahan, dan pemberantasan tindak pidana korupsi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persoalan tata kelola timah bersifat sistemik dan mencakup aspek regulasi, kelembagaan, tata niaga dan rantai pasok, pengawasan dan penindakan, serta lingkungan. Hasil analisis SWOT menempatkan penguatan tata kelola timah pada Kuadran I (Strength–Opportunity) dengan skor internal 2,202 dan eksternal 1,872, sehingga strategi yang dipandang tepat adalah strategi agresif atau progresif dengan memanfaatkan kekuatan internal dan peluang eksternal. Berdasarkan Matriks TOWS, dirumuskan lima strategi unggulan, yaitu penguatan harmonisasi dan konsistensi implementasi regulasi; penguatan orkestrasi kelembagaan dan koordinasi lintas instansi; penataan tata niaga dan integritas rantai pasok berbasis traceability; penguatan pengawasan dan penindakan terpadu; serta percepatan pemulihan lingkungan dan pengelolaan timah berkelanjutan. Kesimpulannya, penguatan tata kelola timah harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, berbasis data, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan nasional. Tata kelola yang kuat akan mengurangi kebocoran ekonomi, mencegah masuknya material ilegal, memperbaiki perlindungan lingkungan, meningkatkan kepercayaan publik, serta menjadikan timah sebagai sumber kekuatan dalam memperkuat ketahanan nasional.
Kata kunci: tata kelola sumber kekayaan alam; timah; PT Timah Tbk.; ketahanan nasional; good governance; traceability; SWOT-TOWS.
Tidak tersedia versi lain