Buku Cetak
Peningkatan peran badan usaha milik desa dalam program prioritas pemerintah guna mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat
Penelitian ini berjudul “Peningkatan Peran Badan Usaha Milik Desa dalam Program Prioritas Pemerintah Guna Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat”. Membahas permasalahan belum optimalnya peran BUM Desa sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa. Dari 72.374 BUM Desa, masih terdapat 17.515 unit atau sekitar 24,2% yang belum aktif, sementara BUM Desa yang aktif belum seluruhnya mampu berkembang secara optimal. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan kualitas sumber daya manusia, lemahnya tata kelola, ketergantungan terhadap Dana Desa, terbatasnya akses pasar dan permodalan, rendahnya partisipasi masyarakat, serta keterbatasan infrastruktur. Rumusan masalah penelitian adalah bagaimana meningkatkan peran BUM Desa dalam program prioritas pemerintah guna mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menghasilkan bahan pengambilan keputusan untuk pemulihan BUM Desa yang tidak aktif dan penguatan BUM Desa yang telah aktif agar mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung pemerataan pembangunan nasional.
Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dengan memanfaatkan data sekunder. Analisis diperkuat dengan metode Penta Helix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media, serta pendekatan perspektif ketahanan nasional melalui gatra-gatra yang relevan. Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman sebagai dasar perumusan strategi. Landasan teoritis yang digunakan meliputi Community-Based Development, Self-Reliance, Institutional Economics, dan konsep Penta Helix.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan peran BUM Desa perlu dilakukan melalui dua arah strategi, yaitu pemulihan BUM Desa yang tidak aktif dan akselerasi BUM Desa yang telah aktif. Pemulihan diarahkan pada pemetaan permasalahan, peningkatan kapasitas dan pendampingan SDM, perbaikan tata kelola, penguatan akses permodalan, serta pembangunan kembali kepercayaan dan partisipasi masyarakat. Sementara itu, akselerasi BUM Desa aktif dilakukan melalui diversifikasi sumber modal, transformasi digital, perluasan akses pasar, penguatan pengawasan dan evaluasi kinerja, serta pengembangan identitas produk berbasis potensi lokal. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan BUM Desa tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya modal atau status administratif “aktif”, tetapi oleh kualitas kelembagaan, tata kelola, kapasitas SDM, kepercayaan sosial, partisipasi masyarakat, dan kemampuan membangun kolaborasi Penta Helix. Keberhasilan perlu diukur melalui dampak nyata berupa penyerapan tenaga kerja, peningkatan PADes, kesejahteraan masyarakat, dan kepercayaan masyarakat, sehingga BUM Desa dapat menjadi motor kemandirian ekonomi sekaligus bagian penting dari ketahanan ekonomi nasional.
Kata kunci: BUM Desa; kemandirian ekonomi; program prioritas pemerintah; ketahanan nasional; Penta Helix; tata kelola; SWOT.
Tidak tersedia versi lain