Buku Cetak
Aktualisasi kebijakan pendidikan berorientasi STEM (Sains, Teknologi, Engineering, Arts, Matematika) guna meningkatkan saya saing bangsa
Penelitian ini berjudul “Aktualisasi Kebijakan Pendidikan Berorientasi STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) Guna Meningkatkan Daya Saing Bangsa”. Perkembangan Revolusi Industri 4.0, kecerdasan buatan, dan perubahan kebutuhan dunia kerja menuntut penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang adaptif dan inovatif. Namun, aktualisasi kebijakan pendidikan berorientasi STEAM di Indonesia masih menghadapi berbagai kesenjangan, meliputi kompetensi SDM, integrasi STEAM dalam kurikulum dan pembelajaran, infrastruktur dan akses teknologi, kapasitas tenaga pendidik, serta integrasi nilai etika dan nasionalisme. Rumusan masalah penelitian adalah bagaimana aktualisasi kebijakan pendidikan berorientasi STEAM guna meningkatkan daya saing bangsa. Penelitian ini bertujuan memberikan kontribusi pemikiran bagi pemangku kepentingan dalam mengaktualisasikan kebijakan pendidikan berorientasi STEAM secara efektif dan berkelanjutan.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif, melalui studi literatur dan pemanfaatan data sekunder. Analisis dilakukan dengan metode PESTLE (Political, Economic, Social, Technological, Legal, and Environmental) dan benchmarking, serta diperkuat dengan pendekatan 6M (Man, Money, Material, Machine, Method, Market) dan pemetaan kesenjangan implementasi. Landasan teori yang digunakan meliputi Teori Human Capital, Constructivist Learning, dan Teori Daya Saing. Pendekatan tersebut digunakan untuk mengidentifikasi faktor strategis, menganalisis kesenjangan implementasi, serta merumuskan langkah strategis penguatan pendidikan STEAM dalam perspektif kepentingan nasional dan kepemimpinan nasional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi pendidikan berorientasi STEAM masih menghadapi persoalan struktural berupa kesiapan SDM yang belum memadai, kebijakan yang belum operasional hingga tingkat pembelajaran, ketimpangan infrastruktur dan akses teknologi, keterbatasan kapasitas tenaga pendidik, serta lemahnya kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis secara bertahap melalui penguatan kurikulum STEAM nasional, pengembangan portofolio kompetensi digital, pemerataan infrastruktur dan akses teknologi, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, serta penguatan ekosistem inovasi yang mengintegrasikan etika, literasi digital, dan nasionalisme. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi kebijakan pendidikan berorientasi STEAM harus dilakukan secara terpadu, terukur, berkelanjutan, dan didukung komitmen kebijakan yang konsisten agar mampu menghasilkan SDM yang adaptif, kreatif, inovatif, dan berkarakter, sekaligus memperkuat daya saing bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Kata kunci: pendidikan STEAM; kebijakan pendidikan; sumber daya manusia; daya saing bangsa; inovasi; ketahanan nasional.
Tidak tersedia versi lain