Buku Cetak
Optimalisasi peacekeeping operation Indonesia sebagai instrumen politik luar negeri berbasis aktif guna ketahanan nasional
Penelitian ini berjudul "Optimalisasi Peacekeeping Operations Indonesia sebagai Instrumen Politik Luar Negeri Bebas Aktif guna Ketahanan Nasional". Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara potensi dan realisasi kontribusi Indonesia dalam Peacekeeping Operations (PKO) PBB, di mana peran Indonesia masih dominan sebagai troop contributing country dengan keterlibatan yang terbatas dalam posisi kepemimpinan strategis, serta belum optimalnya kualitas, interoperabilitas, dan dukungan logistik pasukan sesuai standar PBB. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah yang diajukan adalah bagaimana optimalisasi Peacekeeping Operations Indonesia sebagai instrumen politik luar negeri bebas aktif guna memperkuat ketahanan nasional. Penelitian ini bertujuan memberikan alternatif solusi dan masukan kebijakan kepada pemerintah dan kementerian/lembaga terkait dalam mengoptimalkan pelaksanaan PKO Indonesia.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif analitis, melalui pendekatan geopolitik, geostrategi, dan ketahanan nasional (astagatra). Teknik analisis data dilakukan melalui studi kepustakaan, telaah dokumen kebijakan, literatur akademik, dan data sekunder, yang dianalisis dengan pendekatan PESTLE serta kerangka Ends-Ways-Means untuk merumuskan langkah strategis. Landasan teori yang digunakan meliputi Teori Fungsi Manajemen dari Louis A. Allen (planning, organizing, leading, controlling), Teori Politik Luar Negeri dari K.J. Holsti, dan Teori Diplomasi Pertahanan dari Andrew Cottey dan Anthony Forster, yang digunakan untuk menganalisis optimalisasi PKO sebagai instrumen diplomasi dan ketahanan nasional.
Hasil analisis menunjukkan bahwa partisipasi Indonesia dalam PKO telah berjalan baik dan memperoleh pengakuan internasional, namun belum optimal karena tiga kendala utama, yaitu keterbatasan peran dalam perumusan kebijakan misi PBB, belum optimalnya kualitas dan modernisasi peralatan serta logistik, dan lemahnya konsistensi kebijakan lintas kementerian/lembaga. Kesimpulan penelitian merumuskan empat strategi utama: penguatan integrasi kelembagaan melalui pendekatan whole-of-government, transformasi kapabilitas berbasis modernisasi dan interoperabilitas, penguatan diplomasi pertahanan, serta reformasi kebijakan dan regulasi yang adaptif, guna mewujudkan PKO Indonesia yang lebih profesional dan strategis dalam memperkuat ketahanan nasional.
Kata kunci: Peacekeeping Operations, politik luar negeri bebas aktif, diplomasi pertahanan, ketahanan nasional, optimalisasi.
Tidak tersedia versi lain