Buku Cetak
Penguatan ekosistem pembiayaan hijau (green financing) pemerintah guna peningkatan ketahanan ekonomi nasional
Penelitian ini berjudul “Penguatan Ekosistem Pembiayaan Hijau (Green Financing) Pemerintah Guna Peningkatan Ketahanan Ekonomi Nasional”. Pembiayaan hijau (green financing) merupakan instrumen penting dalam mendukung transformasi ekonomi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Meskipun Indonesia telah memiliki kerangka regulasi dan instrumen pendukung pembiayaan hijau yang relatif memadai, kondisi aktual menunjukkan bahwa pembiayaan hijau masih belum optimal akibat fragmentasi kebijakan lintas sektor, keterbatasan proyek hijau yang bankable, kesenjangan kapasitas penilaian risiko iklim di lembaga keuangan, serta persepsi risiko yang relatif tinggi terhadap investasi hijau. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dirumuskan untuk menjawab pertanyaan bagaimana penguatan ekosistem pembiayaan hijau pemerintah guna peningkatan ketahanan ekonomi nasional Indonesia, dengan tujuan memberikan gambaran dan analisis komprehensif mengenai strategi yang perlu dilakukan pemerintah agar pemangku kebijakan dapat merumuskan strategi penguatan ekosistem pembiayaan hijau tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa analisis deskriptif dengan data sekunder yang diperoleh melalui studi literatur dan berbagai referensi terkait. Pendekatan yang digunakan adalah perspektif kepentingan nasional berbasis konsep Asta Gatra, dengan alat analisis SWOT untuk merumuskan strategi yang relevan. Landasan pemikiran penelitian ini mencakup peraturan perundang-undangan (antara lain UUD NRI 1945, UU Ratifikasi Paris Agreement, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta berbagai peraturan OJK terkait keuangan berkelanjutan), data dan fakta empiris, kerangka teoretis mengenai ekosistem pembiayaan hijau yang didefinisikan sebagai jaringan produk keuangan, institusi, kebijakan, dan aktor, serta tinjauan lingkungan strategis global, regional, dan nasional.
Hasil analisis menunjukkan bahwa Indonesia memiliki modal strategis yang kuat untuk mengembangkan ekosistem pembiayaan hijau, didukung komitmen nasional, penguatan regulasi, instrumen seperti green sukuk, potensi energi terbarukan, serta dukungan sektor keuangan, meski masih dihadapkan pada tantangan kedalaman pasar keuangan hijau, integrasi data ESG, kapasitas analisis risiko iklim, pipeline proyek hijau yang bankable, dan literasi ESG. Analisis SWOT menempatkan ekosistem pembiayaan hijau Indonesia pada Kuadran I (Strength–Opportunity) dengan strategi pertumbuhan agresif, sehingga disimpulkan diperlukan empat langkah strategis utama, yaitu penguatan produk keuangan dan pendalaman pasar, penguatan institusi pendukung dan sistem intermediasi keuangan, integrasi kebijakan dan tata kelola, serta perluasan partisipasi aktor dan kolaborasi ekosistem pembiayaan hijau yang inklusif, agar pembiayaan hijau dapat menjadi katalis transformasi ekonomi yang memperkuat ketahanan ekonomi nasional Indonesia.
Kata Kunci: pembiayaan hijau (green financing), ekosistem pembiayaan hijau, ketahanan ekonomi nasional, analisis SWOT, Asta Gatra.
Tidak tersedia versi lain