Buku Cetak
Transformasi waste to energy guna ketahanan energi nasioal berkelanjutan
Penelitian ini berjudul “Transformasi Waste To Energy Guna Ketahanan Energi Nasional Berkelanjutan”. Permasalahan pengelolaan sampah di Indonesia telah berkembang menjadi isu strategis nasional yang berdampak luas pada aspek lingkungan, kesehatan, sosial, dan ekonomi, di tengah ketergantungan yang masih tinggi terhadap energi fosil dan tekanan global untuk transisi menuju energi bersih. Timbulan sampah nasional yang terus meningkat setiap tahun belum diimbangi oleh kapasitas infrastruktur pengelolaan yang memadai, sehingga menimbulkan risiko pencemaran lingkungan sekaligus menghilangkan peluang pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif. Berdasarkan kondisi tersebut, rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimana transformasi Waste to Energy (WtE) dapat menjadi solusi pengelolaan sampah terintegrasi guna mendukung ketahanan energi nasional yang berkelanjutan di Indonesia. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan serta merumuskan alternatif solusi dan langkah-langkah strategis bagi Pemerintah dalam mendorong kebijakan transformasi WtE sebagai instrumen strategis ketahanan energi nasional.
Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi kepustakaan atas data sekunder, seperti rilis Badan Pusat Statistik dan regulasi terkait. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan ketahanan nasional yang multidisipliner dan holistik dengan mengacu pada Astagatra (Trigatra dan Pancagatra), didukung oleh kerangka teoretis Tata Kelola Multilevel (Multilevel Governance Theory), Jaringan Kebijakan (Policy Network Theory), dan Transisi Sosio-Ekologis (Socio-Ecological Transitions Theory). Analisis data dilakukan menggunakan pisau analisis 6 Unsur Manajemen (Man, Money, Material, Machine, Method, Market) untuk lingkungan internal dan PESTEL (Political, Economic, Social, Technological, Environmental, Legal) untuk lingkungan eksternal, yang dikonstruksikan ke dalam kerangka SWOT-IFAS-EFAS-SFAS serta dirumuskan menjadi langkah-langkah strategis melalui matriks TOWS.
Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi WtE di Indonesia masih menghadapi hambatan struktural berupa kesenjangan kebijakan dan tata kelola, keterbatasan efisiensi teknologi, tantangan pembiayaan, resistensi sosial, serta risiko dampak lingkungan dan kesehatan. Analisis IFAS dan EFAS menunjukkan posisi strategis yang kuat dan menjanjikan (nilai kekuatan 1,50 dan peluang 1,65 lebih tinggi dibanding kelemahan 1,10 dan ancaman 1,00), sehingga strategi yang direkomendasikan bersifat progresif/agresif. Simpulan kajian menegaskan bahwa transformasi WtE merupakan solusi terintegrasi yang mampu mengubah beban limbah menjadi aset energi berharga dalam mendukung ekonomi sirkular, dengan rekomendasi utama berupa penguatan koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah melalui empat strategi (SO, WO, ST, WT) guna menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, dan tangguh bagi ketahanan energi nasional.
Kata Kunci: Waste to Energy, Ketahanan Energi Nasional, Pengelolaan Sampah, Ekonomi Sirkular, Tata Kelola Multilevel.
Tidak tersedia versi lain