Buku Cetak
Penguatan kapasistas sumber daya manusia pelaksanaan P4GN guna mengakselerasi terwujudnya generasi emas Indonesia 2045 yang bersih narkotika
Penelitian ini berjudul “Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Pelaksana P4GN Guna Mengakselerasi Terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045 yang Bersih Narkotika”. Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan ancaman multidimensional yang berpotensi melemahkan kualitas generasi muda, ketahanan sosial, ekonomi, dan keamanan nasional. Meskipun kebijakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) telah didukung regulasi dan kelembagaan yang kuat, implementasinya masih menghadapi kesenjangan kapasitas sumber daya manusia (SDM), terutama dalam aspek perekrutan, pendidikan dan pelatihan, utilisasi, serta pola karir. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana penguatan kapasitas SDM pelaksana P4GN guna mengakselerasi terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045 yang bersih narkotika. Tujuan penelitian adalah memberikan kontribusi pemikiran kepada pemangku kebijakan dan pihak terkait dalam memperkuat kapasitas SDM pelaksana P4GN berdasarkan fakta dan kondisi yang ada.
Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif melalui studi pustaka dan data pendukung, dengan pendekatan empiris serta perspektif ketahanan nasional. Analisis dilakukan terhadap kondisi SDM pelaksana P4GN pada aspek perekrutan, pendidikan dan pelatihan, utilisasi, serta pola karir menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman serta merumuskan strategi penguatan kapasitas SDM. Landasan teoritis yang digunakan meliputi teori keamanan Barry Buzan, teori Capacity Building Grindle, konsep Dynamic Governance Neo dan Chen, teori Strategic Human Resource Management (SHRM) Wright dan McMahan, serta konsep sistem merit dan manajemen talenta ASN. Kerangka tersebut digunakan untuk melihat penguatan SDM P4GN secara terpadu, adaptif, berbasis kompetensi, dan selaras dengan kebutuhan strategis organisasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas SDM pelaksana P4GN masih menghadapi kesenjangan pada keterisian formasi, kompetensi, distribusi personel, serta pengelolaan karir. Berdasarkan analisis SWOT, dirumuskan empat strategi utama, yaitu rekrutmen adaptif berbasis kompetensi dan manajemen talenta, transformasi ekosistem pembelajaran terintegrasi berbasis Human Capital Development Plan (HCDP) dan Corporate University, rekonfigurasi distribusi SDM berbasis misi, beban kerja, dan profil risiko wilayah, serta desain sistem karir berbasis merit, talenta, dan talent pipeline P4GN. Keempat strategi tersebut perlu dilaksanakan secara terpadu, bertahap, adaptif, dan berkelanjutan dengan penguatan integritas, tata kelola, serta pemeliharaan SDM. Kesimpulannya, penguatan kapasitas SDM pelaksana P4GN merupakan kebutuhan strategis untuk memperkecil kesenjangan implementasi kebijakan, meningkatkan adaptivitas dan efektivitas P4GN, serta mendukung perlindungan generasi produktif sebagai modal pembangunan menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045 yang bersih narkotika.
Kata kunci: kapasitas SDM; P4GN; narkotika; manajemen talenta; capacity building; ketahanan nasional; Generasi Emas 2045.
Tidak tersedia versi lain