Buku Cetak
Integrasi sistem data pangan nasional guna mewujudkan kedaulatan pangan nasional
Penelitian ini berjudul “Integrasi Sistem Data Pangan Nasional Guna Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional”. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih terfragmentasinya sistem data pangan nasional yang dikelola secara sektoral oleh kementerian dan lembaga, sehingga belum tersedia rujukan data tunggal yang andal dalam mendukung perencanaan dan pengambilan kebijakan pangan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidaksinkronan data, inefisiensi penganggaran, distorsi kebijakan pangan, serta risiko strategis terhadap ketahanan ekonomi dan nasional. Rumusan masalah dalam kajian ini adalah bagaimana penguatan sistem data pangan nasional dapat dirancang dan diimplementasikan melalui integrasi sistem data untuk mengatasi fragmentasi informasi dan risiko strategis guna mewujudkan kedaulatan pangan dalam rangka memperkokoh ketahanan nasional. Tujuan kajian adalah mengidentifikasi akar permasalahan fragmentasi data, memetakan risiko strategis yang ditimbulkan, serta merumuskan langkah-langkah strategis dan rekomendasi kebijakan berbasis bukti untuk memperkuat kedaulatan pangan dan ketahanan nasional.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan analisis dokumen sekunder yang bersumber dari peraturan perundang-undangan, laporan resmi kementerian/lembaga, data statistik nasional, laporan internasional, dan literatur akademik yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan Problem Tree Analysis (PTA) untuk mengidentifikasi akar penyebab dan hubungan sebab-akibat fragmentasi data serta Theory of Change (ToC) untuk merumuskan jalur perubahan, tahapan intervensi, dan kondisi yang diperlukan untuk mencapai integrasi sistem data pangan nasional. Seluruh analisis dibingkai dengan konsep Asta Gatra, khususnya ketahanan ekonomi, serta didukung konsep Sistem Manajemen Nasional, Resource-Based View, dan Data-Driven Government. Kerangka tersebut menempatkan integrasi sistem data sebagai enabling condition atau prasyarat yang memungkinkan perencanaan, pengendalian, dan evaluasi kebijakan pangan berlangsung secara lebih presisi dan akuntabel.
Hasil kajian menunjukkan bahwa fragmentasi sistem data pangan merupakan persoalan sistemik lintas kementerian dan lembaga yang berakar pada lima domain utama, yaitu ketidaklengkapan regulasi perencanaan, ego sektoral kelembagaan, kerentanan infrastruktur data, inefisiensi fiskal, dan lemahnya implementasi program ketahanan pangan di daerah. Kondisi tersebut berdampak pada akurasi neraca pangan, perencanaan dan penganggaran, pengendalian lahan, distribusi pangan, ketepatan subsidi, serta keamanan data pangan. Berdasarkan hasil PTA dan ToC, dirumuskan 13 langkah strategis dalam tiga strategi berjenjang, yaitu sinkronisasi dan konsolidasi fondasi data dalam jangka 0–1 tahun, pembangunan ekosistem data terintegrasi melalui platform PETANI (Platform Terpadu Data Pangan Nasional) dalam jangka 1–3 tahun, serta institusionalisasi ketahanan ekonomi berbasis data dalam jangka 3–5 tahun. Kesimpulannya, integrasi sistem data pangan nasional merupakan kondisi yang diperlukan (necessary condition) untuk mendukung terwujudnya kedaulatan pangan, tetapi bukan kondisi yang dengan sendirinya mencukupi (sufficient condition). Kedaulatan pangan tetap memerlukan komitmen politik yang konsisten, koordinasi lintas sektor, implementasi kebijakan yang terpadu, dan penguatan kapasitas kelembagaan pada seluruh tingkatan pemerintahan.
Kata kunci: integrasi sistem data; data pangan nasional; kedaulatan pangan; ketahanan nasional; Asta Gatra; single source of truth; PETANI; ketahanan ekonomi.
Tidak tersedia versi lain