Buku Cetak
Penguatan selat malaka dalam rangka membangun daya saing ekonomi
Penelitian ini berjudul “Penguatan Selat Malaka dalam Rangka Membangun Daya Saing Ekonomi”. Dilatarbelakangi oleh posisi strategis Selat Malaka sebagai jalur pelayaran internasional yang memiliki peran penting dalam perdagangan, energi, dan konektivitas ekonomi global, sementara daya saing ekonomi Indonesia di kawasan tersebut masih menghadapi berbagai kendala dibandingkan Singapura. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana Indonesia melakukan penguatan di Selat Malaka dalam rangka membangun daya saing ekonomi di kawasan. Penelitian bertujuan menganalisis dan mengidentifikasi berbagai permasalahan yang menghambat penguatan Selat Malaka serta merumuskan alternatif pemecahan melalui pembangunan dan revitalisasi infrastruktur pelabuhan yang terintegrasi dengan kawasan industri, penataan regulasi, peningkatan efisiensi logistik, dan penyiapan sumber daya manusia yang unggul.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analisis melalui penggambaran fakta aktual dan studi pustaka. Pendekatan empiris digunakan dengan menganalisis aspek politik, ekonomi, serta pertahanan dan keamanan dalam penguatan Selat Malaka melalui ekosistem kolaboratif Pentahelix. Landasan teori dan konsep yang digunakan meliputi teori manajemen tata kelola pelabuhan, teori lokasi industri Alfred Weber, teori daya saing Michael Porter, teori manajemen sumber daya manusia, konsep Pentahelix, dan konsep Asta Gatra. Analisis juga memperhatikan landasan hukum dan kebijakan, antara lain UNCLOS 1982, kerja sama Malacca Straits Patrol, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan Selat Malaka dapat diarahkan pada tiga strategi utama, yaitu merebut pengaruh geopolitik kawasan, membangun daya saing ekonomi, serta memperkuat kolaborasi keamanan dan keselamatan maritim. Penguatan daya saing ekonomi dilakukan melalui pembangunan atau revitalisasi pelabuhan di pesisir utara Pulau Sumatera dan Batam yang terintegrasi dengan kawasan industri, peningkatan efisiensi logistik, harmonisasi regulasi, pengembangan sumber daya manusia unggul, serta pemanfaatan ekosistem Pentahelix. Sementara itu, penguatan keamanan dilakukan melalui patroli bersama, peningkatan kesadaran domain maritim, dan operasi penegakan hukum di laut. Kesimpulannya, penguatan Selat Malaka perlu diarahkan untuk mentransformasikan kawasan tersebut dari sekadar jalur pelayaran menjadi Pusat Ekonomi Maritim Baru yang mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi Indonesia, memperkuat daya saing dalam rantai pasok global, serta menjamin stabilitas keamanan dan keselamatan maritim.
Kata kunci: Selat Malaka; daya saing ekonomi; pelabuhan; logistik; Pentahelix; geoekonomi; keamanan maritim.
Tidak tersedia versi lain