Buku Cetak
Penguatan fungsi pengawasan pemilu di era digital gua meningkatkan kualitas demokrasi dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional
Kajian ini menyoroti pentingnya penguatan fungsi pengawasan Pemilu di era digital dalam menjaga kualitas demokrasi dan ketahanan nasional. Ruang siber yang dihuni lebih dari 215 juta pengguna internet di Indonesia telah menjadi arena baru bagi disinformasi, manipulasi konten, dan pelanggaran kampanye yang sulit dijangkau oleh mekanisme pengawasan konvensional. Pengawasan Pemilu saat ini masih menghadapi sejumlah kendala, terutama fragmentasi kelembagaan, kesenjangan kompetensi digital aparatur pengawas, rendahnya literasi digital masyarakat, serta regulasi yang belum sepenuhnya adaptif terhadap perkembangan teknologi seperti deepfake dan kecerdasan buatan. Kondisi tersebut berpotensi mendorong praktik post-truth politics yang dapat mendistorsi preferensi pemilih, melemahkan legitimasi hasil Pemilu, dan memperdalam polarisasi sosial. Dalam perspektif ketahanan nasional, gangguan terhadap integritas Pemilu digital dapat berdampak pada stabilitas politik, kohesi sosial, dan kepercayaan publik terhadap negara. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengawasan Pemilu secara terpadu melalui integrasi data real-time, regulasi adaptif, peningkatan kapasitas aparatur berbasis analitik big data, serta penguatan literasi digital-politik masyarakat. Kolaborasi multipihak antara penyelenggara Pemilu, pemerintah, platform digital, masyarakat sipil, dan publik menjadi prasyarat penting untuk membangun ekosistem pengawasan yang responsif dan partisipatif.
Tidak tersedia versi lain