Buku Cetak
Penguatan pemahaman isu aneksi greenland oleh Amerika Serikat guna meningkatkan kesadaran geopolitik Aparatur Negara Indonesia dalam rangka memperkokoh ketahanan nasional
Dinamika geopolitik global pada awal tahun 2026 mengalami pergeseran dari pendekatan multilateralisme menuju realisme ofensif, yang ditandai oleh wacana asertif Amerika Serikat untuk mengakuisisi Greenland dari Kerajaan Denmark. Langkah ekspansi AS ini didorong oleh urgensi keamanan nasional, penguasaan rute strategis di kawasan Arktik, serta perebutan hegemoni sumber daya alam strategis (logam tanah jarang). Bagi Indonesia, fenomena ini bukan sekadar sensasi diplomatik, melainkan membawa implikasi yang menyalakan lonceng Kewaspadaan Nasional danmemengaruhi Ketahanan Nasional. Jika norma kedaulatan dapat direduksi menjadi komoditas transaksional secara paksa oleh negara adidaya, pulaupulau terluar Indonesia seperti di perairan Natuna Utara dapat menjadi sasaran tekanan serupa. Selain itu, mencairnya es Arktik akibat perubahan iklim membuka rute logistik yang jauh lebih cepat, yang berpotensi mendepresiasi nilai geopolitik dan geoekonomi Selat Malaka sebagai jalur pelayaran komersial utama dunia saat ini. Meski tantangannya sangat nyata, realitas di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan dalam kesadaran geopolitik (geo-consciousness) birokrasi pemerintahan Indonesia. Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya di Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) yang bertugas sebagai clearing house kebijakan bagi Presiden dan Wakil Presiden, masih kerap menganggap isu geopolitik sebagai ranah urusan luar negeri semata. Kurangnya pemahaman komprehensif ini menyebabkan perumusan kebijakan nasional seringkali berjalan sektoral, miopik (berorientasi jangka pendek), dan kurang antisipatif terhadap guncangan eksternal. Oleh karena itu, kajian ini merekomendasikan penggunaan isu aneksasi Greenland sebagai studi kasus strategis untuk meningkatkan kapasitas literasi geopolitik para aparatur negara dalam rangka melindungi kedaulatan, menjaga kepentingan nasional jangka panjang, dan memperkokoh Ketahanan Nasional dari ketidakpastian dunia di abad teknologi.
Tidak tersedia versi lain