Buku Cetak
Penguatan karakter kebangsaan generasi muda guna menghadapi ancaman ideologi transnasional dalam rangka mendukung ketahanan nasional
Perkembangan globalisasi, kompetisi nilai, dan transformasi digital telah memperluas penyebaran ideologi transnasional berupa narasi intoleransi, supremasi kelompok, kebencian, dan ekstremisme berbasis kekerasan yang memanfaatkan ruang digital untuk memengaruhi identitas serta orientasi nilai generasi muda. Generasi muda Indonesia pada dasarnya masih memiliki modal kebangsaan yang positif, ditunjukkan oleh peningkatan Indeks Aktualisasi Pancasila (IAP) menjadi 77,73 pada tahun 2024, kemampuan adaptasi teknologi, kreativitas, dan keterlibatan dalam berbagai kegiatan sosial dan kebangsaan, tetapi capaian tersebut belum sepenuhnya merata karena masih terdapat kelompok yang menghadapi kerentanan sosial-ekonomi, rendahnya partisipasi dan kepemimpinan, keterputusan dari pendidikan dan pekerjaan, serta keterbatasan literasi kritis. Permasalahan utama terletak pada tiga kesenjangan (gap), yaitu antara regulasi dan implementasi, antara pengetahuan dan penghayatan nilai, serta antara pembinaan formal dan realitas dunia digital, yang menyebabkan rasa kebangsaan, semangat kebangsaan, dan pemahaman kebangsaan belum sepenuhnya operasional sebagai daya tangkal ideologis. Apabila tidak ditangani, kondisi tersebut berisiko meningkatkan polarisasi identitas, intoleransi, alienasi sosial, radikalisasi, menurunkan kepercayaan terhadap institusi, serta melemahkan Gatra Ideologi, Politik, Sosial Budaya, serta Pertahanan dan Keamanan yang pada akhirnya mengganggu Ketahanan Nasional. Berdasarkan hasil pembahasan, penguatan karakter kebangsaan perlu dilaksanakan melalui enam strategi yang saling terintegrasi, yaitu integrasi pendidikan karakter kebangsaan dan Pancasila; penguatan literasi kritis dan literasi digital kebangsaan; penguatan peran keluarga; pemberdayaan organisasi kepemudaan dan ruang partisipasi; pengembangan ekosistem konten kreatif kebangsaan; serta penguatan keteladanan dan kolaborasi pembinaan karakter kebangsaan. Pokok pikiran utama rekomendasi adalah membangun sistem pembinaan yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan melalui penyusunan Peta Jalan Nasional Penguatan Karakter Kebangsaan Generasi Muda, pelembagaan Program Gebyar Wawasan Kebangsaan dan Lemhannas Goes to Campus, serta pembangunan Sistem Kolaborasi Ketahanan Ideologi Digital Generasi Muda guna membentuk generasi muda yang berkarakter Pancasila, memiliki daya tangkal ideologis, dan mampu menjadi benteng dalam mempertangguh Ketahanan Nasional.
Tidak tersedia versi lain