Buku Cetak
Penguatan digitalisasi sistem informasi pangan guna meningkatkan akses dan efisiensi distribusi pangan dalam rangka ketahanan nasional
Taskap ini membahas penguatan digitalisasi sistem informasi pangan darat guna meningkatkan akses, efisiensi distribusi, dan ketahanan nasional. Permasalahan utama yang ditemukan adalah sistem informasi pangan nasional telah tersedia melalui SiPangan, Panel Harga Pangan, PIHPS, SP2KP, serta sistem data pertanian, tetapi masih berjalan parsial, belum sepenuhnya interoperabel, dan belum menjadi satu sumber data rujukan utama. Fragmentasi data produksi, stok, harga, distribusi, konsumsi, dan cadangan pangan menyebabkan pengambilan kebijakan belum selalu cepat, presisi, dan berbasis bukti. Dampaknya terlihat pada rendahnya posisi ketahanan pangan Indonesia, disparitas harga antarwilayah, tingginya food loss, keterbatasan akses internet petani, serta rendahnya pemanfaatan aplikasi digital pertanian. Naskah ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan multidisipliner, bertumpu pada teori sistem informasi, teori ketahanan pangan, teori sistem kompleks, dan konsepsi ketahanan nasional Asta Gatra. Kondisi ideal yang dituju adalah sistem informasi pangan nasional yang terintegrasi, real time, aman, inklusif, berbasis API, big data analytics, dashboard spasial, dan standar Satu Data Indonesia. Strategi utama mencakup integrasi data pangan nasional, peningkatan akses informasi pangan, efektivitas pemantauan harga antarwilayah, efisiensi distribusi, serta orkestrasi pusat-daerah dan aktor pentahelix. Rekomendasi utama adalah menetapkan Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai Panglima API Pangan Nasional, membentuk Otoritas Sistem Informasi Pangan Nasional Terintegrasi berbasis AI, mengembangkan real time food price and logistics monitoring system, serta menjadikan program ini sebagai Rencana Aksi Nasional bersama Bappenas agar memiliki dukungan DIPA, pembagian peran, target kinerja, dan keberlanjutan lintas K/L. Dengan demikian, digitalisasi diposisikan bukan sekadar proyek teknologi, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pangan, stabilitas harga, keadilan akses, pengurangan kehilangan pangan, dan ketahanan nasional secara adaptif, inklusif, serta berkelanjutan di wilayah Indonesia secara berkeadilan.
Tidak tersedia versi lain