Buku Cetak
Penguatan ketahanan energi nasional guna mendukung kemandirian ekonomi dalam rangka terwujudnya ketahanan nasional
Penguatan ketahanan energi nasional merupakan prasyarat strategis dalam mendukung kemandirian ekonomi dan mewujudkan ketahanan nasional. Indonesia memiliki potensi sumber daya energi yang besar, baik energi fosil maupun energi baru terbarukan, namun masih menghadapi paradoks berupa dominasi energi fosil, ketergantungan impor pada komoditas tertentu, serta belum optimalnya pemanfaatan EBT. Hasil kajian menunjukkan bahwa kondisi ketahanan energi nasional berada pada kategori “Tahan” dengan skor Indeks Ketahanan Energi 6,69, tetapi masih belum sepenuhnya resilien terhadap gejolak harga, gangguan pasokan, dan dinamika geopolitik global. Faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan energi meliputi tata kelola kebijakan, pola pemanfaatan energi, lambatnya transformasi energi, rendahnya diversifikasi, belum kuatnya kedaulatan energi, serta keterkaitannya dengan gatra sumber kekayaan alam, ekonomi, politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Oleh karena itu, penguatan ketahanan energi perlu dilakukan secara bertahap melalui harmonisasi kebijakan, efisiensi energi, perluasan EBT, pengurangan impor, penguatan infrastruktur, hilirisasi, pengembangan SDM dan teknologi, serta perlindungan objek vital energi. Dengan strategi yang terpadu, adaptif, dan berorientasi jangka panjang, ketahanan energi nasional diharapkan mampu menjadi fondasi kemandirian ekonomi sekaligus memperkokoh ketahanan nasional Indonesia.
Tidak tersedia versi lain