Buku Cetak
Peningkatan literasi digital guna mencegah kejahatan siber dalam rangka memperkokoh ketahanan nasional
Dinamika ancaman asimetris global menuntut redefinisi strategi Ketahanan Nasional melalui pelindungan ruang siber yang berbasis pada peningkatan literasi digital. Saat ini dengan tingginya konektivitas internet masyarakat masih diwarnai oleh rendahnya praktik kebersihan siber (cyber hygiene), rentannya kondisi psikologis terhadap rekayasa sosial (social engineering), dan minimnya budaya kesadaran keamanan (security awareness). Masalah ini makin rumit akibat sikap apatis publik terhadap keamanan perangkat, minimnya anggaran pelindungan aset digital, serta kurangnya harmonisasi antarlembaga dalam menindak kejahatan lintas yurisdiksi. Untuk mengatasinya, diperlukan intervensi strategis berlandaskan Teori Motivasi Perlindungan dan Teori Sekuritisasi yang wajib dieksekusi secara terpadu melalui sinergi lintas sektoral. Langkah penyelesaian pertama difokuskan pada optimalisasi kebersihan siber nasional dan sterilisasi perangkat guna melindungi infrastruktur informasi vital negara dari serangan massal. Langkah perbaikan kedua menitikberatkan pada peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap manipulasi digital, diiringi dengan pembentukan satuan tugas khusus penindakan untuk memutus rantai finansial kejahatan siber. Puncak transformasi direalisasikan melalui integrasi kurikulum keamanan digital secara masif untuk menciptakan masyarakat sebagai benteng pertahanan manusia (human firewall) guna mencegah kejahatan siber demi memperkokoh Ketahanan Nasional.
Tidak tersedia versi lain