Buku Cetak
Peningkatan hubungan bilateral Timor Leste dan Indonesia dibidang pembangunan guna mendukung ketahanan pangan dalam rangka ketahanan nasional
Hubungan bilateral antara Timor Leste dan Indonesia terus berkembang menjadi kemitraan strategis di bidang pembangunan, namun masih menghadapi tantangan dalam penguatan ketahanan pangan Timor Leste akibat tingginya ketergantungan impor pangan, keterbatasan lahan produktif, rendahnya produktivitas pertanian, serta dampak perubahan iklim. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerentanan sosial, ekonomi, dan keamanan yang dapat memengaruhi stabilitas kawasan perbatasan kedua negara. Indonesia memiliki posisi strategis sebagai mitra utama Timor Leste melalui kapasitas produksi pangan, pengembangan sumber daya manusia, serta dukungan konektivitas perdagangan dan logistik lintas batas. Oleh karena itu, penguatan kerja sama bilateral perlu diarahkan pada transfer teknologi pertanian, modernisasi irigasi, pengembangan kawasan ekonomi perbatasan, serta penguatan diplomasi pangan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Berdasarkan pendekatan Astagatra dan analisis PESTEL, kajian ini menyimpulkan bahwa sinergi pembangunan pangan antara Timor Leste dan Indonesia tidak hanya menjadi instrumen kerja sama ekonomi, tetapi juga strategi bersama dalam memperkuat stabilitas kawasan dan ketahanan nasional kedua negara. Pokok pikiran utama rekomendasi TASKAP ini menekankan pentingnya revitalisasi kerja sama bilateral yang lebih implementatif, terukur, dan berorientasi jangka panjang melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan pembangunan sistem ketahanan pangan bersama yang adaptif terhadap dinamika geopolitik global.
Tidak tersedia versi lain