Buku Cetak
Implementasi pemolisian prediktif dalam pencegahan kejahatan untuk keamanan dan ketertiban masyarakat
Penelitian ini berjudul “Implementasi Pemolisian Prediktif dalam Pencegahan Kejahatan untuk Keamanan dan Ketertiban Masyarakat”. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan Polri untuk meningkatkan efektivitas pencegahan kejahatan melalui pemanfaatan data, teknologi informasi, dan analisis prediktif sebagaimana konsep PRESISI yang dicanangkan Kapolri. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana implementasi pemolisian prediktif dalam pencegahan kejahatan guna terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pemolisian prediktif, urgensi penerapannya, serta kesiapan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan sistem metode Polri dalam mendukung implementasi pemolisian prediktif.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, pengumpulan data sekunder, wawancara, serta analisis data kejahatan berbasis teknologi informasi seperti e-Manajemen Penyidikan (e-MP), Daily Operations Reporting System (DORS), dan Binmas Online System version 2 (BOSv2). Teknik analisis data dilakukan dengan pendekatan pemecahan masalah kejahatan melalui identifikasi pola, lokasi, waktu, dan pelaku tindak pidana. Landasan teori yang digunakan meliputi Rational Choice Theory, Routine Activity Theory, dan teori manajemen yang menjelaskan bahwa kejahatan dapat diprediksi melalui pola perilaku dan pengelolaan sumber daya secara efektif serta efisien.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pemolisian prediktif mampu meningkatkan efektivitas pencegahan kejahatan melalui pemanfaatan big data, analisis pola kriminalitas, serta kolaborasi antar satuan kerja Polri dan masyarakat. Pemanfaatan aplikasi e-MP, BOSv2, dan sistem informasi kriminal nasional dapat membantu Polri memetakan daerah rawan kejahatan, mengenali modus operandi pelaku, serta menentukan langkah preventif secara cepat dan tepat sasaran. Namun demikian, implementasi pemolisian prediktif masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kualitas SDM, belum optimalnya integrasi sistem data, dan keterbatasan sarana prasarana pendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemolisian prediktif merupakan strategi yang relevan dan diperlukan dalam mewujudkan kamtibmas yang kondusif, dengan syarat adanya peningkatan kapasitas SDM, penguatan sistem teknologi informasi, serta integrasi data kriminalitas secara nasional.
Kata Kunci: Pemolisian Prediktif, Pencegahan Kejahatan, Kamtibmas, e-MP, PRESISI, Polri.
Tidak tersedia versi lain