Buku Cetak
Pemberdayaan wilayah pertahanan yang adaptif melalui komunikasi sosial berbasis citizen journalism
Penelitian ini berjudul “Pemberdayaan Wilayah Pertahanan yang Adaptif melalui Komunikasi Sosial Berbasis Citizen Journalism”. Dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi informasi dan meningkatnya penggunaan internet serta media sosial di Indonesia yang memengaruhi pola komunikasi masyarakat. Kondisi tersebut menimbulkan tantangan berupa penyebaran informasi yang tidak akurat, misleading, dan hoaks yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pemberdayaan wilayah pertahanan yang adaptif dapat dilakukan melalui komunikasi sosial berbasis citizen journalism. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pentingnya pemberdayaan wilayah pertahanan yang adaptif serta merumuskan strategi dan upaya dalam pelaksanaannya melalui komunikasi sosial berbasis citizen journalism.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan dan pengalaman empiris penulis. Teknik analisis data dilakukan melalui pengumpulan, pengklasifikasian, serta analisis data primer dan sekunder yang berkaitan dengan pemberdayaan wilayah pertahanan, komunikasi sosial, dan citizen journalism. Landasan teori yang digunakan meliputi teori komunikasi sosial, teori hubungan sipil-militer, teori optimalisasi, konsep sistem pertahanan semesta, konsep kewaspadaan nasional, serta konsep ketahanan nasional. Penelitian juga didukung oleh berbagai peraturan perundang-undangan terkait pertahanan negara, pers, informasi dan transaksi elektronik, serta komunikasi sosial TNI.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan wilayah pertahanan melalui komunikasi sosial perlu dilakukan secara lebih adaptif dengan memanfaatkan perkembangan media digital dan partisipasi masyarakat melalui citizen journalism. Pemanfaatan citizen journalism dapat menjadi sarana efektif dalam mendukung deteksi dini, penyebaran informasi positif, dan penguatan ketahanan nasional terhadap ancaman non-militer seperti hoaks, propaganda, dan disinformasi. Namun demikian, diperlukan peningkatan literasi digital, penguatan koordinasi antarinstansi, serta pembinaan komunikasi sosial yang lebih terstruktur agar pemanfaatan citizen journalism dapat berjalan optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi sosial berbasis citizen journalism dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendukung pemberdayaan wilayah pertahanan yang adaptif dan memperkuat sistem pertahanan semesta di Indonesia.
Kata Kunci: pemberdayaan wilayah pertahanan, komunikasi sosial, citizen journalism, ketahanan nasional, sistem pertahanan semesta.
Tidak tersedia versi lain