Buku Cetak
Pemenuhan kebutuhan transportasi laut untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah tertinggal
Penelitian ini berjudul “Pemenuhan Kebutuhan Transportasi Laut untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Daerah Tertinggal (Studi Kasus pada Daerah 3T di Provinsi Maluku Utara)”. Dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya sarana dan prasarana transportasi laut di wilayah tertinggal, khususnya Kabupaten Kepulauan Sula dan Kabupaten Pulau Taliabu di Provinsi Maluku Utara. Kondisi geografis berupa wilayah kepulauan menyebabkan transportasi laut menjadi kebutuhan utama masyarakat dalam mobilitas barang, jasa, dan penumpang. Namun, keterbatasan armada, minimnya pelabuhan, tingginya biaya transportasi, serta tingginya angka kemiskinan menjadi permasalahan utama yang menghambat kesejahteraan masyarakat. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana upaya pemenuhan kebutuhan transportasi laut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tertinggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah, peran badan usaha, serta kesiapan masyarakat dalam mendukung pengembangan transportasi laut di wilayah 3T.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan analisis data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi terkait, seperti Badan Pusat Statistik, Dinas Perhubungan, serta berbagai regulasi pemerintah. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengkaji data dan fakta yang relevan terhadap kondisi transportasi laut di daerah tertinggal. Landasan teori yang digunakan meliputi teori manajemen transportasi, teori kebutuhan Abraham Maslow, teori ketahanan nasional, dan teori kemiskinan. Pendekatan penelitian dilakukan melalui perspektif kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat dengan analisis multidisipliner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan transportasi laut di daerah tertinggal sangat dipengaruhi oleh kesiapan regulasi pemerintah, dukungan pendanaan, keterlibatan badan usaha, serta partisipasi masyarakat. Program Tol Laut dan pelayaran perintis terbukti mampu menurunkan biaya transportasi dan harga kebutuhan pokok, sekaligus meningkatkan mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Namun demikian, keterbatasan infrastruktur pelabuhan, minimnya armada transportasi, serta kondisi cuaca ekstrem masih menjadi kendala utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan transportasi laut yang terintegrasi, berkelanjutan, dan didukung sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan usaha, dan masyarakat merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tertinggal serta mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah di Indonesia.
Kata Kunci: transportasi laut, daerah tertinggal, kesejahteraan masyarakat, Tol Laut, Maluku Utara, daerah 3T.
Tidak tersedia versi lain