Buku Cetak
Diversifikasi pangan dalam pembangunan masyarakat agraris guna menguatkan ketahanan pangan dalam rangka ketahanan nasional
Diversifikasi pangan dalam pembangunan masyarakat agraris menjadi isu strategis karena ketahanan pangan nasional masih dihadapkan pada ketergantungan beras, ketimpangan akses pangan bergizi, kehilangan pangan dalam rantai nilai, kebutuhan penurunan stunting, serta belum optimalnya pemanfaatan pengadaan pangan publik bergizi sebagai pasar terstruktur bagi pangan lokal. Permasalahan pokok kajian ini terletak pada belum terhubungnya potensi produksi pangan lokal dengan kelembagaan ekonomi masyarakat agraris, pembiayaan, standardisasi mutu, rantai pasok, rantai dingin, pengadaan publik, dan perubahan perilaku konsumsi. Apabila tidak dikelola secara terpadu, kondisi tersebut dapat melemahkan ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas pangan, sekaligus menurunkan daya tahan Astagatra, terutama pada gatra ekonomi, sosial budaya, sumber kekayaan alam, demografi, dan pertahanan keamanan. Kajian ini menyimpulkan bahwa diversifikasi pangan bukan sekadar perubahan menu makan, melainkan transformasi sistem pangan yang harus menguatkan produksi wilayah, kesejahteraan pelaku agraris, mutu gizi masyarakat, efisiensi logistik, dan resiliensi nasional. Strategi prioritas diarahkan pada penyusunan Grand Design Diversifikasi Pangan Nasional 2025-2045, pengembangan klaster agroekosistem berbasis wilayah, penguatan kelembagaan ekonomi pelaku agraris, pembangunan rantai dingin dan standardisasi mutu pangan bergizi, serta pemanfaatan Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu instrumen akselerasi permintaan pangan lokal. Pokok pikiran rekomendasi menekankan perlunya penguatan koordinasi Bapanas, Bappenas, BGN, Kementerian Pertanian, KKP, pemerintah daerah, dan Bulog, disertai pembiayaan, insentif, kontrak serapan pengadaan publik, serta sistem evaluasi berbasis PPH, IKP, stunting, food loss, dan serapan pangan lokal. Dengan langkah tersebut, diversifikasi pangan berbasis masyarakat agraris diharapkan mampu menguatkan ketahanan pangan sekaligus memperkokoh Ketahanan Nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Tidak tersedia versi lain